ELS Robotika    

ELS Robotika

Peserta ELS Robotika sedang memperbaiki robot secara tim

Jurusan Teknik Elektronika Industri    

Jurusan Teknik Elektronika Industri

Praktek penyolderan pada jurusan Teknik Elektronika Industri

Jurusan Teknik Kendaraan Ringan    

Jurusan Teknik Kendaraan Ringan

Praktek perbaikan mesin mobil dan motor pada jurusan Teknik Kendaraan Ringan

Gedung Sekolah SMK Kristen Petra    

Gedung Sekolah SMK Kristen Petra

Proses belajar mengajar dilaksanakan di gedung ini, dengan fasilitas sarana dan prasarana yang ada.

Gedung Sekolah SMK Kristen Petra    

Gedung Sekolah SMK Kristen Petra

Proses belajar mengajar dilaksanakan di gedung ini, dengan fasilitas sarana dan prasarana yang ada.

Fasilitas yang Lengkap    

Fasilitas yang Lengkap

Penyediaan fasilitas yang mendukung untuk kegiatan para siswa, menjadi tujuan utama kami sebagai salah satu sekolah yang terbaik untuk pendidikan vokasional.

Jurusan Teknik Pemesinan    

Jurusan Teknik Pemesinan

Praktek pengelasan pada jurusan Teknik Pemesinan

Frontpage Slideshow | Copyright © 2006-2012 JoomlaWorks Ltd.
| |

 Serunya Workshop Radio Sekolah

 

  Kalian tertarik menjadi penyiar radio?

   Mau jadi pembicara yang andal?

  Tapi, malu berbicara di depan umum?

  Yuk ikuti Workshop Radio Sekolah!

 

            Radio sekolah merupakan salah satu program di SMK Kristen Petra yang sudah dimulai sejak tahun lalu. Para siswa di SMK Kristen Petra sangat antusias dengan program yang masih tergolong baru di sekolah kami ini. Euforia para siswa tampak pada tiap jam istirahat yaitu cuap-cuap dari dua penyiar Travohs  yang terdengar seantero sekolah melalui speaker tiap sudut ruang.

             Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa kompetensi para penyiar Travohs tidak sebanding dengan antusias mereka. Oleh karena itu, untuk melatih bakat tersebut, sekolahku mengadakan Workshop Radio Sekolah yang diadakan pada tanggal 4 Oktober 2017 kemarin. Workshop radio sekolah ini berlangsung pada jam 08.00 hingga 11.00 di ruang perpustakaan sekolah dengan pembicara yang andal pada bidangnya yaitu pak Royke Titaley, SS., M.I.Kom.

             Pak Royke Titaley, SS., M.I.Kom. adalah seorang dosen di LP3I Surabaya. Sebelum menjadi dosen, beliau juga pernah menjadi seorang penyiar salah satu radio ternama dan juga seorang public speaker. Tak heran bila pada saat workshop radio beliau sangat percaya diri dalam membawakan workshop.

             Diselenggarakannya workshop radio sekolah ini diumumkan melalui sentral dan para wali kelas kami. Kuota peserta workshop ini pun terbatas lho yaitu sejumlah 40 peserta saja yang terdiri dari peserta ekstrakurikuler jurnalistik dan radio sekolah. Peserta yang berminat pun mendaftar pada guru pembina ekstrakurikuler jurnalistik yaitu bu Bernadeta Novi Andriyani, S.Pd. atau yang akrab disapa bu Novi yang juga salah satu guru mata pelajaran Bahasa Indonesia.

             Tiba saatnya hari workshop radio sekolah tiba. Aku dan teman-temanku sudah datang setengah jam sebelum acara dimulai. Kami pun menandatangani presensi dan mendapat konsumsi untuk mengisi amunisi di pagi hari. Sebelum workshop radio dimulai, bapak Drs. Tantang Suprayogi, M.Psi. selaku wakil kepala sekolah memberikan pengantar agar kami mengikuti workshop dengan baik supaya dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kami juga diharapkan dapat mengenal, menumbuhkan, menggunakan, menikmati potensi yang kami miliki, dan pada akhirnya bisa menjadi berkat untuk sesama sesuai dengan visi sekolah kami.

             Workshop pun dimulai, Pak Royke mengawali dengan joke saat memperkenalkan diri yang mencairkan suasana sehingga terdengar tawa oleh seluruh peserta workshop. Beliaupun mengawali dengan menceritakan kisahnya menjadi seorang penyiar radio dan juga public speaker. Selanjutnya pak Royke menunjukkan kepada kami tentang perkembangan radio dari masa ke masa yang dulunya radio hanya ada satu dan beberapa orang saja yang bisa menikmati. Namun, sekarang semuanya serba mudah. Dengan adanya internet, kita bisa menikmati radio di mana saja dan kapan saja.

             Radio tidak akan mati lho. Kenapa? Karena walaupun semuanya serba canggih dan mudah, tapi radio masih diperlukan oleh manusia. Contohnya, saat kita mengendarai mobil, pasti kita butuh sebuah hiburan, nah digunakanlah radio sebagai hiburan. Radio juga berguna untuk orang yang menderita kebutaan, karena orang buta pasti masih membutuhkan hiburankan? Nah, dengan adanya radio, orang buta juga bisa mendapatkan hiburan yang bisa mereka nikmati tanpa visual.

             Menjadi radio announcer atau penyiar radio tidak boleh asal-asalan lho teman-teman. Ternyata, tidak semudah yang aku pikirkan. Menjadi seorang penyiar radio, harus pandai olah vokal, lafal, intonasi dan masih banyak lainnya.

             Menjadi seorang penyiar radio tidak hanya sekedar berbicara dan memberikan lagu pada pendengarnya. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan salah satunya penekanan vokal baik itu saat “on air”  maupun “off air”. Bila penekanan vokalnya salah, maka akan membuat sebuah kalimat memiliki arti yang berbeda.

             Kami pun diajak untuk berlatih penekanan vokal. Pak Royke memberikan beberapa kalimat yang dibacakan dengan beberapa penekanan vokal yang berbeda, diantaranya pada kalimat “Kucing melompat mayat hidup”, membuat kami semua tertawa.

             Humor-humor di sela latihan membuat kami lebih menikmati dan semangat mengikuti workshop. Selanjutnya kami diberikan rahasia agar tidak cepat lelah saat siaran radio berlangsung. Kami pun dilatih untuk berbicara terus menerus tanpa henti selama 3 menit sambil melihat siapa diantara kami yang berhenti bicara duluan atau tidak bicara akan mendapatkan hukuman. Hukumannya yaitu harus maju dan berbicara tanpa henti di depan teman-teman. Teman-teman yang dihukum membuat kami semua tertawa karena ekspresi mereka.

             Agar saat siaran suara terdengar menyenangkan, latihan selanjutnya yaitu olah vokal. Latihan vokal ini dilakukan dengan cara senam vokal. Ada 15 gerakan senam yang lumayan menggelitik perut kami. Ke-15 gerakan tersebut yaitu lion face, mengurut rahang, melipat lidah ke atas, melipat lidah kebawah, lidah menyapu bibir, motorboat, mengatupkan gigi, latihan leher, memutar bahu, angel wings, ping pong, napas panjang, menarif perut, pif paf, dan reaching the stars. Salah satu gerakan yang paling seru yaitu lion face. Pada gerakan ini kami diminta untuk mengerutkan muka dan membentuk tangan kami seperti kuncup. Gerakan itu membuat kami semua tertawa karena malu dengan teman-teman kami.

 

             Radio tidak hanya berisi lagu-lagu namun juga sumber informasi, salah satu bentuknya adalah berita.  Setelah olah vokal tersebut selesai, tiba saatnya kami belajar membaca berita di radio. Namun, sebelum itu kami harus membuat atau mencari contoh berita dari internet. Selanjutnya, pak Royke menunjuk beberapa diantara kami untuk membacakan beritanya, salah  satunya aku. Aku pun dengan percaya diri membaca berita yang kudapat. Beliaupun memberikan komentar dan contoh yang benar.

             Tak terasa tiga jam telah kami lewati, sebelum workshop radio berakhir, pak Royke memberikan pesan kepada kami agar tidak pernah menyerah dalam berlatih untuk dapat menjadi penyiar yang andal.

             Banyak ilmu yang kami dapat melalui workshop radio sekolah ini, antara lain kami menjadi semakin percaya diri menghadapi ketakutan berbicara di depan umum, mengerti teknik vokal yang baik dan apresiasi verbal. Bapak Drs. Tantang Suprayogi, M.Psi. selaku wakil kepala sekolah memberikan bingkisan ucapan terima kasih dan menutup workshop ini. Sebelum pulang, tak lupa kami mengabadikan kenangan dengan berfoto bersama. Bagaimana teman-teman, tertarik untuk menjadi radio announcer?

  

Oleh Phoebe X TKJ-2

SMK Kristen Petra 

 

boost the values reap the success