ELS Robotika    

ELS Robotika

Peserta ELS Robotika sedang memperbaiki robot secara tim

Jurusan Teknik Elektronika Industri    

Jurusan Teknik Elektronika Industri

Praktek penyolderan pada jurusan Teknik Elektronika Industri

Jurusan Teknik Kendaraan Ringan    

Jurusan Teknik Kendaraan Ringan

Praktek perbaikan mesin mobil dan motor pada jurusan Teknik Kendaraan Ringan

Gedung Sekolah SMK Kristen Petra    

Gedung Sekolah SMK Kristen Petra

Proses belajar mengajar dilaksanakan di gedung ini, dengan fasilitas sarana dan prasarana yang ada.

Gedung Sekolah SMK Kristen Petra    

Gedung Sekolah SMK Kristen Petra

Proses belajar mengajar dilaksanakan di gedung ini, dengan fasilitas sarana dan prasarana yang ada.

Fasilitas yang Lengkap    

Fasilitas yang Lengkap

Penyediaan fasilitas yang mendukung untuk kegiatan para siswa, menjadi tujuan utama kami sebagai salah satu sekolah yang terbaik untuk pendidikan vokasional.

Jurusan Teknik Pemesinan    

Jurusan Teknik Pemesinan

Praktek pengelasan pada jurusan Teknik Pemesinan

Frontpage Slideshow | Copyright © 2006-2012 JoomlaWorks Ltd.
| |

Unity In Diversity

Seperti kata pepatah setiap perjumpaan pasti ada perpisahan. Rabu (6/6/2018), SMK Kristen Petra dengan bangga mewisuda 143 siswa yang lulus 100%. Pelepasan Siswa kelas XII Tahun Ajaran 2017-2018 berlangsung di Aula SMA Kristen Petra 5 dengan tema “Unity in Diversity”. Seperti tema yang diusung, hari itu para guru dan karyawan mengenakan busana warna-warni sebagai simbol perbedaan dalam persatuan siap menyambut para siswa yang datang bersama dengan orang tua.

Acara diawali dengan prosesi masuknya kepala sekolah dan staff serta para wali kelas XII yang berlangsung dengan khidmat. Selanjutnya doa dan renungan singkat oleh Pdt. Indro Sujarwo, S.Ag sebagai ungkapan syukur atas berkat dan karunia Tuhan sehingga para siswa dapat menyelesaikan belajarnya di SMK Kristen Petra dengan baik. Seluruh hadirin kemudian berdiri untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta dan lagu Mars Petra. Acara berikutnya yaitu sambutan dari ibu Dra. Theresia A. Sisworini, M.M. selaku kepala SMK Kristen Petra dan dilanjutkan sambutan dari ibu Ester wakil dari orang tua siswa yang berpesan kepada para siswa bahwa acara pelepasan ini bukanlah suatu akhir dari perjalanan tetapi awal dari meniti karier.

Tibalah pada acara yang dinanti oleh para wisudawan yaitu prosesi pengalungan gordon dan penyerahan tanda tamat belajar. Selanjutnya pelepasan atribut sekolah yang diwakili salah satu siswa – siswi kelas XII yang dilakukan oleh kepala sekolah secara simbolis. Hal ini memiliki arti bahwa sekolah telah memberikan restu dan dukungan kepada seluruh siswa untuk melanjutkan masa depan mereka.

Pada akhir acara, sekolah memberikan apresiasi bagi siswa berprestasi kelas X, XI dan XII seluruh program keahlian keahlian agar terus meningkatkan prestasinya dan menjadi motivasi siswa lainnya. Penghargaan bagi siswa kelas XII diberikan untuk kategori 3 juara umum dan 3 siswa dengan nilai UNBK tertinggi. Selanjutnya para siswa kelas XII berdiri untuk mengikrarkan janji alumni dan dilanjutkan menyanyikan lagu terima kasih guruku. Suasana haru pun dirasakan oleh setiap hadirin yang memenuhi Aula gedung SMA Kristen Petra 5.

Acara diakhiri dengan doa sebagai ungkapan syukur acara pelepasan siswa kelas XII dapat berlangsung dengan lancar dan dilanjutkan foto-foto bersama. Acara ditutup dengan meriah oleh lagu-lagu yang dibawakan oleh Selisa dan kawan-kawan. Tumpah ruah kesenangan siswa dan orangtua terlihat ketika keluar gedung dengan senyum dan tawa di wajah masing-masing. Selamat kepada siswa kelas XII yang telah lulus, Indonesia menanti darmabaktimu!

Oleh Dhiny kelas X TKJ-1 dan Phoebe kelas X TKJ-2

SOSIALISASI KEGIATAN PRAKERIN
PERIODE : 2018 / 2019

 

Dalam rangka Link and Match antara pembelajaran di Sekolah dengan perkembangan teknologi di unia Usaha dan Dunia Industri, Pemerintah telah merancang kegiatan Praktik Kerja Industri yang tertuang dalam kurikulum Pendidikan Sistem Ganda yang wajib diikuti oleh seluruh siswa SMK, dengan harapan agar siswa mendapatkan tambahan pengetahuan dan skill sesuai dengan program keahliannya, serta budaya kerja yang ada di Dunia Usaha dan Dunia Industri yang nantinya akan bermanfaat bagi siswa untuk meningkatkan kompetensinya untuk bekalnya setelah lulus SMK dan masuk ke dunia kerja.

Untuk membekali pengetahuan secara umum dan teknis tentang Prakerin ini, SMK Kristen Petra melaksanakan kegiatan sosialisasi kegiatan Prakerin kepada orang tua/wali dan siswa yang naik kelas XI, agar baik siswa maupun orang tua memiliki kesiapan baik kompetensi, fisik maupun mental saat putra/putri nya mengikuti kegiatan Prakerin dengan lancar selama 6 bulan yang dilaksanakan dalam 2 periode keberangkatan.

Para orang tua dengan antusias mendengarkan pengarahan dari kepala sekolah tentang kegiatan Prakerin ini, bahkan orang tua menanyakan beberapa hal terkait pelaksanaan Prakerin ini. Tidak ketinggalan, Waka Humas bersama para Kaprogli juga memberikan pengarahan tentang hal-hal teknis yang harus dipersiapkan atau dilakukan oleh siswa selama mengikuti kegiatan Prakerin.

Semoga semua siswa kelas XI dapat melaksanakan kegiatan Prakerin dengan lancar, tidak ada yang gagal dan mendapat peningkatan kompetensi selama mengikuti kegiatan Prakerin.

Semoga Sukses .... Tuhan Memberkati.

Travohs-2018

P6070228.JPGP6070240.JPGP6070230.JPG

Cegah Penyebaran Difteri
SMK Kristen Petra Galakkan Imunisasi Difteri

Dalam rangka mengantisipasi penyakit difteri yang semakin mewabah, Senin 19 Februari 2018 sekolahku menggalakkan imunisasi difteri untuk seluruh siswa SMK Kristen Petra. Teman-teman, difteri adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium. Penyakit ini umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan serta terkadang dapat menyebabkan infeksi kulit. Gawat... Masa inkubasinya pun sangat cepat dan dapat mengakibatkan kematian lho.

Ada banyak faktor penularan yang perlu diwaspadai teman-teman, seperti menghirup percikan ludah penderita saat penderita bersin atau batuk, melalui barang-barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, sentuhan langsung pada luka borok (ulkus) akibat difteri di kulit penderita, dan masih banyak lainnya. Wow..seram bukan? Namun, jangan khawatir difteri dapat dicegah dengan pemberian imunisasi difteri Imunisasi ini diberikan dengan cara disuntik lho teman-teman.

Dinas Kesehatan Kota Surabaya melalui Puskesmas setempat perihal penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri melaksanakan kegiatan Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri dengan sasaran usia 1 tahun sampai kurang dari 19 tahun yang dilakukan di sekolah. Sebanyak 454 dari 487 siswa SMK Kristen Petra mendapat pelayanan imunisasi difteri yang dilayani oleh 2 dokter dan 3 perawat dari puskesmas serta 1 dokter dan 1 perawat UKS. Sedangkan 33 siswa lainnya yang tidak mendapat layanan imunisasi difteri diantaranya disebabkan alergi obat atau sedang dalam pengobatan dokter tetapi tetap mendapat imuninasi susulan yang dilaksanakan di puskesmas.

Ada tiga tahap pemberian imunisasi difteri, pertama pada bulan Februari, kedua bulan Juli dan ketiga pada bulan Desember 2018. Beragam reaksi lucu dan dan teriakan histeris terdengar saat imunisasi tahap pertama dilaksanakan. Ada yang memberontak, tidak mengaku ketika dipanggil namanya bahkan ada juga yang lari karena takut disuntik. Sontak membuat perhatian teman-teman yang juga mengantre. Ada pula yang menangis karena melihat jarum suntik, hal itu membuat bu Theresia A. Sisworini selaku kepala sekolah turun tangan untuk membantu memegang bahkan mendekap dan memeluk teman-teman ketika mereka ketakutan. Lucunya, untuk mengurai ketegangan dan ketakutan kami, kami diberi permen, dan ternyata sakitnya jarum sutik tidak terasa lagi, tertutup oleh manisnya permen. Namun, banyak juga siswa yang tidak takut jarum suntik sampai-sampai minta diimunisasi lagi lho.

Setelah diimunisasi, biasanya kita akan mendapatkan reaksinya. Misalnya seperti rasa nyeri di bagian yang disuntik atau demam ringan. Namun, jangan khawatir ya teman-teman karena ini adalah hal yang biasa. Ayo patahkan penyebaran penyakit difteri dengan tiga kali imunisasi difteri!

Oleh Melani Wijaya

IMG_20180219_085536.jpgIMG_20180219_094036.jpgIMG_20180219_094944.jpgIMG_20180219_084143.jpg

HARI PEDULI SAMPAH NASIONAL 2K18
DI SURABAYA

Sampah menjadi salah satu bagian yang tak terpisahkan dengan kehidupan manusia. Sampah rumah tangga, makanan, minuman, bahkan sampai sampah hasil limbah pabrik. Jika sampah tersebut dikelola dengan benar, tidak akan menimbulkan dampak pada lingkungan yang berarti, namun jika tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan dampak yang berkepanjangan bagi manusia dan lingkungan. Agar masalah sampah dapat dikurangi dan dihindari, terutama di daerah pantai utara Jawa, maka Yayasan Tunas Hijau bekerja sama dengan pemerintah kota Surabaya mengadakan kegiatan bersih-bersih pantai.

Pada hari Sabtu tanggal 24 Februari 2018, dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, berlokasi di bawah Jembatan Suramadu diikuti oleh lebih dari 1.000 siswa/siswi dari SD/MI sampai dengan SMA/SMK Negeri/Swasta se-Surabaya. Tidak ketinggalan, SMK Kristen Petra juga mengirimkan duta sekolah dan guru pendamping untuk ikut peduli dengan lingkungan pantai kota Pahlawan itu. Banyaknya siswa yang mengikuti kegiatan yang dimulai dari pukul 06.00 WIB itu mengakibatkan akses/jalan menuju lokasi dipenuhi kendaraan roda dua dan roda empat. Banyaknya peserta juga menunjukkan kepedulian siswa Surabaya terhadap lingkungan sekitarnya, termasuk pantai. Dengan penuh semangat dan saling bergandengan tangan, kami memungut, mengumpulkan, memasukkan dalam kantong dan mengumpulkan serta menimbang sampah sambil bersenda garau. Sangat akrab, sekalipun belum saling mengenal. Sampah yang kami pungut dari bibir pantai terkumpul 12 kantong plastik dan setelah ditimbang seberat 96 kg. Sementara para peserta lain juga saling berebut untuk menimbang sampah di petugas yang ada.

Hari Peduli Sampah Nasional ini dibuka oleh Walikota Surabaya, Ir. Tri Rismaharini, M.T, dan didukung oleh Tunas Hijau sebagai penggagas. Selain membersihkan pantai jembatan Suramadu, panitia juga akan memberi piagam dan hadiah kepada peserta yang mengikuti kegiatan ini, seperti kostum/mascot terbaik dan sekolah dengan peserta terbanyak. Diharapkan setiap siswa memiliki kepedulian terhadap sampah di sekitarnya. Pada akhirnya kegiatan diakhiri pada pukul 09.30. Semoga lingkungan kita terhindar dari sampah.

By : Adelia Ajeng Ningtyas
XI TKJ-3

20180224_073806.jpg20180224_073456.jpg20180224_080640.jpg

LOMBA KOMPETENSI SISWA BIDANG DESAIN GRAFIS

Pada tanggal 17 Januari 2018, SMK Kristen Petra mengikuti lomba desain grafis poster yang diselenggarakan oleh MKKS SMK Surabaya. Lomba tersebut bertempat di SMK Muhammadiyah 1 Surabaya, di jalan kapasan 73-75 Surabaya.

Tujuan diadakan lomba tersebut untuk menumbuhkembangkan bibit unggul siswa SMK di Surabaya agar mampu bersaing di ajang kompetensi yang lebih luas lagi (tingkat nasional) dalam bidang desain grafis.
Tema yang diusung adalah pariwisata kota Surabaya. Semua peserta diharapakan membuat poster yang memiliki unsur informatif dan poster dibuat dengan menggunakan software coreldraw. Bentuk penilaian terbagi atas 3 hal yaitu bentuk kreativitas peserta, permainan Teknik corel draw dan cara presentasi hasil dari poster yang sudah dibuat.

Penilaian akhir dari dewan juri adalah bagaimana cara para peserta untuk mempresentasikan hasil karyanya. Pada sesi presentasi Ralf Ferdinand Frey, perwakilan dari SMK Kristen Petra, Kelas XI TKJ 1 (Teknik Komputer dan Jaringan) menyampaikan, Saya Ralf Ferdinand Frey duta dari SMK Kristen Petra, Kelas XI TKJ1 (Teknik Komputer dan Jaringan), ini lomba pertama kalinya bagi saya dan mungkin ada rasa gugup harus berdiri di depan para dewan juri sekalaian
untuk menyampaikan hasil karya saya. Pada Kesempatan kali ini saya membuat poster yang mengangkat Kebun Binatang Surabaya sebagai tempat pariwisata yang menarik dan dipadukan unsur persuasif (ajakan) kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian hewan-hewan tersebut agar tidak punah. Saya berharap agar melalui poster yang saya buat ini dapat membantu mengedukasi masyarakat serta mengurangi banyakanya perdagangan hewan illegal yang sedang marak terjadi di Indonesia.
Dengan belajar mencintai hewan-hewan ini, sama seperti mencintai generasi muda seperti saya ini. Untuk dapat boleh menikmakti dan mensyukuri hasil karya ciptaan Tuhan yang unik dan mempesona.

Ralf Ferdinand Frey
XI TKJ-1

02.jpg01.jpg03.jpg

boost the values reap the success